يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)
Sebagaimana yang disyaratkan dalam perintah saum adalah terpenuhinya tiga elemen yang menguatkan agar saum itu makbulah (diterima Allah). Ketiga elemen tersebut adalah 'salimatul aqidah (aqidah yang bersih dari unsur-unsur syirik,riya, bid'ah, dan tasyabuh), dua, 'salimatun niyat' (kuatnya dorongan untuk melakukan ibadah tersebut), dan ketiga 'salimatul syariat' (dilakukan dengan mengikuti aturan Allah dan Rasul-Nya)
Niat yang tulus sesaat sebelum melakukan saum sangat berpengaruh besar pada fungsi biologis seorang yang melakukan saum. Saat waktu subuh tiba sekresi otak di 'off'. Saat sekresi otak di 'off' maka secara otomatis tidak ada rangsangan untuk makan, minum dan bersenggama. Saat rangsangan itu tidak muncul maka hati menjadi tidak stress, saat hati tidak stress maka asam lambung akan seimbang, jika asma lambung seimbang maka dia tidak akan kena mag.
Jadi intinya kerusakan lambung saat perut lapar adalah karena pengaruh dari kuat dan tidaknya energi niat dalam mengosongkan perut tersebut. Apakah dia niat saum atau sekedar menahan lapar biasa. Jadi efek niat sangat besar pengaruhnya kepada proses biologis orang yang saum.Sangat bagus sabda Nabi Saw "sesungguhnya setiap amal tergantung pada niat melakukannya" (Hr Bukhari)
Orang yang lapar degan tidak niat saum tubuhnya akan dingin dan otomatis dia tidak bisa tidur, sedangkan yang lapar karena niat saum tubuh menjadi panas sehingga otomatis akan mengantuk. Sehingga tidak salah Nabi Saw memberitakan tidurnya orang yang saum adalah ibadah.
Saat tubuh orang yang saum panas secara tidak langsung akan membakar lemak-lemak yang tidak bermanfaat pada tubuhnya. sehingga orang tersebut jarang diserang penyakit karena memiliki pertahanan tubuh yang baik. Pertahanan tubuh yang baik membuat dinding usus orang yang saum cepat mengeluarkan racun yang menempel padanya, sehingga pada saat orang yang saum mengeluarkan nafas agak berbeda harumnya dengan orang yang perutnya isi. Indah sekali sabda Nabi Saw ''bahwa bau mulut orang yang saum lebih harum dari pada minyak kesturi" (Hr Bukhari)(sumber baca : ensiklopedi anatomi manusia: dr. Muhamadan Arief, Kitabut tibb: Ibn Sina, Tafsier at-Thabary,Neourosaint )
Dalam edisi selanjutnya bagaimana mendapatkan jiwa yang tenang dan damai saat saum.
islamic hypnoparenting


bagus gan artikelnya
ReplyDeleteJdi niat adalah hal yg paling utama
iyah gan, niat yang baik juga akan mempengaruhi kepada hasil yang baik juga
Deletenice info gan
ReplyDeletewahh mantapz nih gan,,saya baru tau infonya :) Thanks gan udh share...
ReplyDeletewahh mantapz nih gan,,saya baru tau infonya :) Thanks gan udh share...
ReplyDeleteinfo baru buat ane ni gan.. mantap
ReplyDeleteTerima kasih gan artikelnya, sangat bermanfaat bagi saya :)
ReplyDelete